Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Lebih Dekat Asuransi Syariah Beserta Manfaatnya

Asuransi Syariah Adalah - Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan “asuransi” dan berbagai produk yang ditawarkannya, bukan? 

Akan tetapi, Anda sudah tahu belum jika asuransi itu ada yang konvensional dan syariah. Secara umum Asuransi syariah adalah asuransi yang dalam pengelolaannya menggunakan sistem Islam berdasar pada hukum Islam. 

Pengertian Asuransi Syariah 

Asuransi syariah adalah suatu usaha yang dilakukan untuk saling tolong-menolong dan melindungi di antara sejumlah orang menggunakan metode investasi dalam bentuk aset atau tabarru, yang memberikan pola pengembalian dalam menghadapi risiko lewat akad yang sesuai syariah.   

Pada praktiknya, perusahaan asuransi syariah berperan sebagai operator atau pengelola yang  melakukan pengelolaan dana (tabarru). Hal tersebut dilakukan di antara para nasabah untuk saling tolong-menolong atau dikenal juga sebagai sharing risk.

Pengelolaan dana tabarru tersebut dikontribusikan di antara para peserta atau nasabah asuransi syariah hanya untuk empat hal diantaranya santunan asuransi (klaim risiko), ujrah (upah) , membayar reasuransi, dan surplus underwriting (selisih lebih/kurang dari total kontribusi).

Prinsip dari asuransi syariah adalah tolong-menolong (takaful/ta’awun). Setiap peserta atau nasabahnya berkontribusi saling menolong satu sama lain dalam kebijakan serta memberikan rasa aman saat terjadi risiko antar nasabah.

Hal tersebut didukung oleh ketentuan fatwa Dewan Syariah Nasional tahun 2001. Selain itu, lewat proteksi dari asuransi syariah ini dapat meningkatkan rasa kepedulian, gotong royong, dan persaudaraan antara para nasabah melalui konsep sharing risk yang menjadi landasan praktiknya.

Dalam asas yang dijalankan oleh asuransi syariah tersebut, terdapat keuntungan sebagai salah satu jenis asuransi yang adil. Investasi yang dilakukan oleh nasabah akan lewat asuransi syariah akan diberikan keuntungan yang setara.

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Konvensional

asuransi syariah adalah

Produk Asuransi syariah sama dengan produk asuransi konvensional, yakni dengan menawarkan proteksi diri beserta keuntungannya. Meskipun memiliki kesamaan, terdapat beberapa perbedaan prinsip operasi yang dimiliki kedua jenis asuransi ini.

Adapun perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional (non syariah) yang paling  dasarnya terletak pada konsep pengelolaannya. Pada asuransi syariah konsep pengelolaannya yaitu sharing risk, sedangkan asuransi konvensional menggunakan transfer risk.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca artikel tentang perbedaan asuransi syariah dan konvensional berikut.

Manfaat Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah jenis asuransi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama bagi kaum muslim. Bukan hanya pembagian yang adil, asuransi syariah juga menawarkan berbagai manfaat lainnya untuk para nasabah, diantaranya:

1. Memiliki Akad Takaful

Takaful merupakan konsep dari asuransi syariah atau dikenal juga sebagai Ta'min atau Tadhamun yang berarti usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang lewat investasi dalam bentuk aset atau tabarru.

Dalam akad takaful terdapat pola pertanggungan yang berbalas atau dapat diartikan juga sebagai hal yang saling menanggung. Sehingga ketika terjadi suatu hal, tidak hanya satu pihak yang menanggung.

Asuransi ini menggunakan akad takaful dengan cara memberikan pengembalian dalam menghadapi risiko tertentu melalui akad atau perikatan yang sesuai dengan syariah islam. Dengan demikian, akad yang terjalin pun jelas.

2. Terbebas dari Praktik Riba

Dalam syariat islam terdapat perintah untuk senantiasa menjauhi riba dalam setiap praktik transaksi, begitu pula dalam asuransi syariah. Selain dapat terhindar dari riba, asuransi syariah juga terjamin investasinya dan tidak mengandung sifat gahar (dana yang tidak jelas).

Dalam asuransi syariah akad yang disepakati adalah bergotong royong antar peserta atau nasabah. Iuran yang dikumpulkan para nasabah digunakan untuk diinvestasikan dan menolong nasabah  lain yang sedang mengalami  musibah.

3. Menganut Prinsip Saling Tolong-Menolong

Manfaat selanjutnya yang bisa didapatkan oleh nasabah asuransi syariah adalah dapat berkontribusi dalam menolong sesama. Perusahaan dengan nasabah memberikan pola pendanaan yang saling menguntungkan lewat akad yang disepakati bersama. 

Konsep sharing risk yang dilakukan yakni ketika dana yang terkumpul dari para nasabah dikelola oleh perusahaan asuransi syariah. Dana tersebut dialokasikan atau disalurkan pada nasabah yang sedang mengalami musibah dan membutuhkan sejumlah uang.

Skema dari konsep sharing risk dari asuransi syariah ini merupakan pembagian risiko antara peserta asuransi atau nasabah. Maksudnya, risiko yang dimiliki oleh para peserta asuransi akan ditanggung bersama antar nasabah.

4. Bebas Kontributor Dasar saat Tidak Mampu Bayar

Jika pada asuransi konvensional nasabah harus membayar premi terlebih dahulu untuk bisa bebas dari iuran dasar akibat dari cacat total pada nasabah. Dalam asuransi syariah saat nasabahnya mengalami kecelakaan atau sakit sehingga berakibat cacat total, akan terbebas dari iuran dasar.

5. Premi Tidak Akan Hangus

Premi atau iuran pada asuransi syariah yang disetorkan oleh nasabah tidak akan hangus. Perusahaan asuransi syariah akan mengembalikan iuran yang diberikan nasabah jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan.

Keuntungan tersebut hadir karena asuransi syariah mempunyai konsep dana titipan atau dikenal juga sebagai wadiah. Lewat konsep ini dana yang telah diinvestasikan para nasabah dipastikan oleh perusahaan agar bisa kembali.

Dana tersebut akan dipisahkan dari rekening aset atau tabarru. Adapun dana yang dibebankan oleh perusahaan asuransi sebagai biaya operasional biasanya hanya berkisar 30 persen dari biaya premi yang harus dibayarkan.

6. Pengelolaan Dana Lebih Transparan

Dalam sebuah investasi, transparansi dana merupakan salah satu faktor terpenting yang sangat menarik perhatian. Pada pengerjaannya, asuransi syariah memberikan transparansi yang terpercaya untuk para nasabahnya.

Hal ini karena sejak awal akad, sudah dijelaskan mengenai pengelolaan dana yang dilakukan asuransi syariah. Jadi, nasabah sudah paham betul mengenai kemana saja dana dari iuran dialokasikan. Misalnya, bisa dialokasikan ke investasi atau untuk klaim cadangan.

Ketentuan yang dimiliki tiap perusahaan asuransi syariah memang akan berbeda-beda. Namun, setiap perusahaan asuransi syariah akan memberikan penjelasan mengenai alokasi dana iuran yang disalurkan secara jelas saat akad dilakukan.

7. Pengelolaan Dana Wajib Sesuai dengan Syariat Islam

Dalam asuransi syariah, dana yang dikumpulkan dari para nasabah akan dikelola sesuai dengan syariat islam. Dana tersebut tidak akan diinvestasikan ke perusahaan yang tidak sesuai dengan prinsip islam seperti perusahaan minuman alcohol dan barang yang tidak syar’i lainnya.

Setiap kegiatan tersebut selalu diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah agar tetap berjalan sesuai dengan tatanan ajaran Islam. Selain itu Dewan Pengawas Syariah juga memiliki wewenang untuk memberikan persetujuan dalam setiap transaksi yang akan dilakukan sesuai dengan syariah.

8. Proteksi yang Ditawarkan Tidak akan Berubah Meskipun Telat Bayar

Berbeda dengan asuransi konvensional, pada asuransi syariah tidak terdapat kebijakan mengenai nasabah yang terlambat akan mendapatkan sanksi. Nasabah asuransi syariah tetap akan mendapatkan fungsi asuransi seperti seharusnya, meskipun terlambat membayar.

Konsep tolong-menolong yang dijadikan prinsip dasar tersebut kemudian diaplikasikan ke dalam prinsip asuransi syariah untuk menjaga keadilan bagi para nasabah. Sehingga, setiap nasabah akan tetap mendapatkan keuntungan meski dalam kondisi kurang menguntungkan sekalipun.

10. Setiap Nasabah dapat Pembagian Keuntungan secara Adil

Dana yang terkumpul dari para nasabah akan dialokasikan untuk diinvestasikan oleh perusahaan asuransi syariah pada perusahaan yang sesuai dengan kriteria islam. Setelah itu, keuntungan yang didapatkan akan dibagi secara adil kepada setiap nasabah.

Selain daripada itu, surplus underwriting, atau selisih yang telah terkumpulkan dengan total dari klaim peserta asuransi pun akan dibagikan kepada seluruh peserta asuransi sesuai dengan porsinya masing-masing.

11. Berkesempatan untuk Bisa Wakaf

Produk dari asuransi syariah juga memungkinkan nasabahnya untuk ikut berpartisipasi dalam kebaikan seperti wakaf. Wakaf sendiri merupakan penyerahan harta yang bertahan lama kepada penerima manfaat sebagai salah satu bentuk kebajikan.

12. Bisa Double Claim

Beberapa perusahaan asuransi syariah menawarkan double claim. Misalnya, saat Anda sakit dan hanya sebagian biaya saja yang ditanggung oleh BPJS kesehatan, maka Anda bisa melakukan pengajuan sisanya pada perusahaan asuransi kesehatan syariah.

Karena tidak semua perusahaan asuransi syariah memberikan fasilitas ini, maka nasabah perlu memastikannya terlebih dahulu kepada pihak asuransi. Teknis pelaksanaanya dikembalikan pada peraturan serta kebijakan masing-masing perusahaan syariah.

Dan berikut itu merupakan penjelasan mengenai asuransi syariah dan manfaat yang bisa didapatkan penggunanya, yang pada prakteknya mengikuti ketentuan dan hukum islam. Lewat asuransi syariah selain mendapatkan proteksi diri juga dapat membantu orang lain yang kesusahan.

Dengan memilih asuransi syariah dan memahaminya secara mendalam, Anda bisa mendapatkan nikmatnya saling tolong-menolong antar sesama. Dengan menggunakan asuransi syariah, nasabah akan mendapatkan manfaat sekaligus berkah (Insya Allah).

Post a Comment for "Mengenal Lebih Dekat Asuransi Syariah Beserta Manfaatnya"