Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenali 8 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional Berikut Ini!

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional - Ada perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang banyak disalahpahami. Manusia tidak memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 

Sehingga banyak dari mereka yang tidak siap jika sewaktu-waktu dihadapkan dengan kejadian tidak terduga, misalnya sakit, kecelakaan, kematian dan lain sebagainya. 

Salah satu cara untuk mengantisiapasi kejadian tidak terduga di masa depan adalah dengan mengikuti program asuransi. 

Minat masyarakat sangat tinggi terhadap produk asuransi. Ini sebagai bentuk upaya perlindungan diri sejak awal untuk mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi. 

Pengertian Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Adanya asuransi dapat memberikan rasa aman sebagai tindakan kewaspadaan terhadap masalah yang sewaktu-waktu muncul, kapanpun dan dimanapun. Dengan demikian, seseorang atau barang akan memperoleh perlindungan dan ganti rugi atas apa yang dialami, baik berupa kerugian besar ataupun ringan. 

Produk asuransi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Keduanya memiliki perbedaan satu sama lain meskipun tujuannya sama yaitu memberikan perasaan aman kepada para anggotanya.

Asuransi konvensional merupakan produk asuransi dengan perjanjian jual beli risiko. Nasabah dikenakan premi untuk mendapatkan imbalan berupa perlindungan diri risiko yang mungkin terjadi. Perlindungan ini dilakukan dengan tangung jawab ekonomi secara penuh dari risiko di masa depan.

Asuransi syariah merupakan bentuk tolong menolong antar peserta, saling melindungi dan berbagi risiko antar peserta asuransi.Sehingga semua risiko yang terjadi pada satu anggota akan ditanggung secara bersama.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional 

perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional

Dari kedua pengertian di atas, dapat diketahui bahwa asuransi konvensional berbeda dengan asuransi syariah. Secara mendasar, keduanya memang memiliki perbedaan tersendiri. Adapun perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional sebagai berikut:

Prinsip Dasar

Pada prinsipnya, tujuan asuransi akan memberikan rasa aman kepada para anggotanya. Namun prinsip dasar antara asuransi konvensional dan syariah berbeda. 

Prinsip dasar asuransi syariah yaitu tolong menolong. Pertanggungjawaban risiko perusahaan asuransi dengan peserta. Sehingga jika ada peserta yang mengalami masalah maka yang lainnya akan menanggung risiko bersama.

Baca Juga: Asuransi Syariah Adalah ...

Prinsip dasar asuransi konvensional yaitu pemindahan risiko dari peserta kepada perusahaan secara penuh. Sehingga jika peserta mengalami masalah maka pihak asuransi akan menanggungnya secara ekonomi. Tanggung jawab sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati antara pihak anggota dan asuransi.

Perjanjian Asuransi

Perjanjian Asuransi akan dilakukan diawal menjadi angota dengan hak dan kewajiban serta fasilitas tertentu sesuai dengan kontraknya. Namun, antara asuransi syariah dan konvensional memiliki perbedaan dalam hal perjanjian dengan anggotanya. Adapun perbedaannya sebagai berikut:

Perjanjian pada asuransi syariah adalah perjanjian tolong menolong. Jika satu peserta terjadi musibah maka peserta lain akan membantu dengan dana sosial (tabarru’). Sehingga pihak asuransi syariah akan memfasilitasi untuk saling membantu antara sesama anggota.

Perjanjian pada asuransi konvensional adalah perjanjian jual beli. Jika satu peserta terjadi maka akan menjadi tanggung jawab pihak asuransi konvensional. Dalam prinsip jual beli harus jelas antara penjual, pembeli, barang yang dijual, harga dan kesepakatan kedua belah pihak pada transaksi yang terjadi. Oleh sebab itu, pihak asuransi akan memfasilitasi dan menanggung risiko ekonomi sesuai perjanjian.

Kepemilikan Dana dan Pengelolaan

Dana yang diberikan dari para anggota akan dikelola oleh pihak perusahaan. Namun kepemilikan dana dan pengelolaannya antara asuransi konvensional dan syariah berbeda cara. Perbedaan sistem kepemilikan dana dan pengelolaan asuransi konvensional dan asuransi syariah yaitu:

Kepemilikan dana pada asuransi syariah adalah milik peserta sedangkan pihak asuransi sebagai pengelola. Dana dikelola secara transparan. Dengan demikian, meskipun dana dikelola oleh pihak asuransi syariah, namun kepemilikannya adalah milik Kita dengan ditempakan dalam rekening sosial atau tabarru’.

Kepemilikan dana pada asuransi konvensional adalah semua dana yang diberikan pihak peserta akan dikelola sesuai perjanjian yang dipilih peserta untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Dana dikelola oleh pihak asuransi sehingga perusahaan asuransi akan menguasai dan memgelola dana asuransi.

Pengawasan Dana

Dana yang terkumpul pada pihak asuransi akan melibatkan pengelolaan dana secara langsung. Apapun pengelolaan dana tersebut, pihak asuransi syariah melibatkan pengawas. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

Asuransi syariah melibatkan pihak ketiga sebagai Dewan Pengawas Syariah yang bertanggung pada MUI. Dalam hal ini pengelolaan dana asuransi diharapkan dilakukan dengan cara yang baik dan terjamin halal.

Asuransi konvensional tidak melibatkan pihak ketiga namun semua kegiatan terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga semua kegiatan penggunaan dana akan dilakukan secara legal dan terdaftar.

Dana Hangus

Dana hangus terjadi apabila tidak ada klaim dalam jangka periode asuransi yang disepakati. Dalam hal ini, jika krip telah digenapi atau dana asuransi properti hangus ketika masa polis berakhir. Ada perbedaan antara asuransi konvensional dan syariah dalam memberikan kebijakan dana hangus, yaitu:

Asuransi syariah tidak berlaku prinsip dana hangus. Apabila tidak melakukan klaim, maka dana tersebut akan masuk ke dalam rekening sosial. Sedangkan jika anggota tidak mampu membayar premi maka uang akan dikembalikan kepada pemiliknya ataupun ahli warisnya. 

Asuransi konvensional dana lansung hangus ketika periode polis berakhir, tidak sanggup membayar premi berjalan dan ketentuan lainnya. Hal ini akan diungkapkan sebelum melakukan perjajian di awal.

Surplus Underwriting

Ini adalah istilah untuk uang laba yang didapatkan dari pengelolaan dana tabarru’ atau rekening sosial setelah membayar santunan dan hutang. Dana ini diperolah dari pendapatan yang modalnya berasal dari rekening sosial. Antara asuransi konvensional dan asuransi syariah berbeda, yaitu:

Pada asuransi syariah membagi surplus underwriting kepada setiap anggota asuransi. Pembagian ini bersifat prorata atau proporsional kepada semua anggota. Dengan pembagian ini, setiap anggota akan mendapatkan keuntungan tambahan disamping mendapatkan perlindungan dan rasa aman.

Pada asuransi konvensional tidak ada surplus underwriting, namun ada istilah no klaim bonus. Ini diberikan kepada anggota yang tidak melakukan klaim melakukan klaim pada jangka waktu tertentu. Sedang dana yang dihasilkan oleh pengelola sepenuhnya menjadi milik pihak asuransi.

Zakat dan Wakaf

Salah satu yang membedakan asuransi konvensional dan asuransi syariah adalah pada zakat dan wakaf. Pada asuransi syariah terdapat zakat dan wakaf untuk kemaslahatan bersama.

Wakaf adalah pemberian hak milik atau benda kepada penerima wakaf yang digunakan untuk kemaslahatan bersama. Anggota asuransi dapat mewakafkan uang asuransinya untuk wakaf yang dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan bersama.

Zakat yang dimaksud adalah zakat maalmerupakan harta yang diberikan kepada penerima zakat karena sudah mencapai satu nisob dan merupakan kewajiban umat Islam. Zakat maal yang dikeluarkan dari harta asuransi berasal dari keuntungan perusahaan setelah mengelola uang asuransi.

Sedangkan dalam asuransi konvensional tidak ada zakat dan wakaf. Sebab keuntungan dari pengelolaan uang asuransi sepenuhnya dikuasai oleh pihak asuransi.

Pembayaran Polis

Setiap asuransi akan memberikan fasilitas berupa pembayar klaim polis kepada anggota. Namun fasilitas yang didapatkan antara asuransi konvensional dan syariah berbeda. Adapun perbedaan antara keduanya yaitu:

Pada asuransi syariah akan mencairkan dana sosial atau tabarru yang bisa diatasnamakan keluarga inti yang mencakup bapak, ibu dan anak. 

Semua anggota keluarga akan mendapat perlindungan rawat inap pada tagihan rumah sakit. Pembayaran tersebut berupa cashless pada semua tagihan rumah sakit dan tidak menutup kemungkinan terjadi doble claim.

Pada asuransi konvensional hanya dapat melakukan klaim polis secara individu yang diatasnamakan satu orang saja. 

Pihak asuransi akan menangggung klaim asuransi nasabah yang berasal dari uang perusahaan. Namun ada juga yang melakukan klaim dengan keluarga sesuai dengan ketentuan perjanjian asuransi yang dapat menfasilitasi seluruh keluarga.

Asuransi konvensional dan syariah sama-sama bertujuan memberikan rasa aman kepada pada anggotanya. Baik asuransi konvensional dan syariah mempunyai kelebihan dan kelemahanya masing-masing. 

Tentu sebagai manusia Kita dituntut untuk menentukan pilihan yang cerdas agar tidak menyesal di kemudian hari terutama saat masalah yang tidak terduga terjadi dimasa yang akan datang.

Dalam hal ini, pilihlah asuransi yang menguntung diri sendiri dan dapat menfasilitasi hidup yang lebih baik di masa yang akan datang. Jangan memilih asuransi yang sekiranya merugikan diri sendiri, dan tidak mempunyai jaminan akan rasa aman, terutama jika tidak dapat mencakup kebutuhan kita sebagai manusia dan sebagai seorang hamba Tuhan. 

Itulah beberapa perbedaan asuransi syariah dan konvensional secara umum. Pastikan mengetahuinya sebelum mendaftar asuransi apapun. 

Post a Comment for "Kenali 8 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional Berikut Ini!"